Posts filed under 'Golb Digger (GD)'

PINDAH RUMAH LAGI

Bukan bermaksud membingungkan tetapi ya beginilah saya… tetapi ini cuman masalah rumah saja kok bukan masalah hati. WordPress sering trouble pas ngebuka … jadi sekarang harus balik lagi ke www.yunitapanther.blogspot.com or click here


Add comment August 2, 2007

WANITA Makhluk Istimewa

Berikut ini adalah chattinganku dengan salah satu titisan dari panembahan pamekasan…. hiks . Sebenarnya ini adalah file yang sempat hilang sewaktu pindahan dari blogspot ke wp,  jadi yang sudah pernah baca maaf kalo harus baca lagi. 

Aku                  : ……………………………………… 

Dia                   : ………………………………………………….

Aku                 : perempuan jaman sekarang neko2

Dia                   : lah kamu perempuan jaman apa?

Aku                  :  ya jaman sekarang lah

Dia                   : apa kamu juga neko-neko?

Aku                  : ya pasti neko-neko juga dong…. namanya juga wanita modern . Bagaimana menurutmu cak tentang wanita zaman sekarang yang getol memperjuangkan kemerdekaanya dan lupa diri akan hakekatnya menjadi wanita ?

Dia                   : pertanyaannya mesti dimulai dari hakekat wanita itu apa?

Aku                  : nah…. bisa kasih tahu gak hakekat wanita itu apa?

Dia                   : bagus sekali….wanita tanya hakikatnya ke laki-laki

Aku                  :lol,
kan biasanya para lelaki yg pada ngerti hakikat wanita. Coba lihat siapa yang paling banyak   ngingetin dan ngasih tahu masalah hakikat wanita di tipi-tipi , selalu laki-laki kan ?

Dia                   : nah kalo gitu,  kita ngga bisa salahkan wanita yg LOST…. karena mereka memang ngga pernah tau hakikat mereka apa

Aku                  : LOL. Gak tahu atau sengaja gak mau nyebutin ya ? Soalnya kalau para wanita menyebutkan dan menjelaskan hakikat wanita…. gak berhasil dong nanti gerakan emansipasi wanita

Dia                   : apa iya? berarti emansipasi itu memperjuangkan apa yg bukan hakikat wanita dong?

Aku                  : Yang aku tahu nich , para pejuang emansipasi yang asli sich memperjuangkan wanita atas penindasan secara fisik dan mental yang dilakukan oleh para laki-laki karena kentalnya budaya patriaki di masyarakat ….. tetapi pejuang yg norok buntek (asal ngikut) ini yang bikin misi dan visi jadi berubah.
 
Dia                   :
Allah berfirman:

“Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan keselesaian ”

“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima tentangan,  yang seringkali datang dari anak-anaknya “

“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan keletihan tanpa mengeluh “

 ”Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya “

“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya “

 ”Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahawa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang kala menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu “

 “Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.”

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari jiwa yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”  

 Aku                  : wah… mulai nich ceramahnya… lanjuuuuuuuttttttt 

Dia                   : yg jelas…Quran ngga nyebutin wanita dari tulang rusuk pria

Aku                  : maksudnya ?

Dia                   : jiwa yg satu beda dengan tulang rusuk …  dari jiwa yg satu = adam

Aku                  : terus wanita diciptakan dari apa cak ? apakah  adam ber mitosis  ?

Dia                   : kalo ngga salah ingat nih…. “cerita” tulang rusuk itu karena beda penafsiran .
Ada satu kata (dalam bahasa arab) yg artinya dua ,  bisa berarti dari….bisa berarti seperti ….  kata “min” kalo ngga salah…  coba tak cari dulu ya….
Aku                  : ok dech Dia                   : wa khalaqa minhaa zawjahaa….  masih bagian An-Nisaa’ 1 tadi , biasanya diterjemahkan:….diciptakan daripadanya…  padahal juga bisa diterjemahkan: diciptakan sepertinya. Nah di sini agama “membedakan” wanita dari laki-laki .
Ada beberapa “tugas” yang Tuhan khusus “bebankan” pada wanita

Aku                  : tugas beda… posisi sama …. begitukah ?

Dia                   : Yup dan “tugas-tugas” itulah yang bagi mereka para wanita dirasa berat dan “pilih kasih” . Padahal dipilih karena memang ngga ada lagi yang bisa sebaik wanita dalam melakukannya .

Aku                  : Kalo menurutku anggapan “pilih kasih” itu sebenarnya adalah akibat dari perlakuan yang tidak adil kepada wanita di masyarakat yang sebagian besar masih kental menganut budaya patriaki .Pemberontakan dari ketidak adilan inilah yang  akhirnya kita kenal sekarang dengan gerakan emansipasi wanita atau gerakan feminisme.  

Dia                   : Memang laki-laki suka menindas ya ? aku tidak tuch… padahal orang Madura kan gak jauh beda dengan orang Arab 

Aku                  : Banyak orang  menyatakan  bahwa norma agama khususnya agama Islam berperan besar dalam kentalnya budaya patriaki di masyarakat….. seperti di Republik Madura ataupun di Arab. Padahal sebagian besar norma-norma adat  di seluruh dunia  menganut budaya patriaki dari sejak awal terbentuknya komunitas adat tersebut….. jadi sudah dari jamannya Brad Pitt ( babel ).  Dan sesungguhnya norma agama datangnya di kemudian hari dan diadopsi secara bertahap oleh komunitas tersebut.  

Dia                   : Yup. Norma agama sebenarnya jawaban dan solusi terbaik dari norma adat yang selama ini memposisikan wanita sebagai warga kelas dua. 

Aku                  : Benar cak. Tapi masalahnya karena proses bertahap itulah ,  norma agama tidak totally diadopsi sekaligus tetapi melalui proses yang sangat  lambat, sehingga  pada akhirnya norma agama yang  malah menyesuaikan dengan norma yang sudah ada. Dan parahnya anggota masyarakat yang notabene hanya berstatus pengikut,  menganggap bahwa perpaduan dua norma tersebut adalah norma-norma agama………………………………  Pusing ya cak ?… SAMA kalo gitu  

Dia                   : Ya begitulah… namanya juga manusia, pasti ada lah sisi “kemanusiaanya” . Apalagi para penguasa adatnya
kan juga kebanyakan laki-laki… hahaha mana mau kalah.

Aku                  : Iya cak… laki-laki
kan
gengsinya gedhe. Gak jauh-jauh beda lah sama dikau. oke dech cak. Ntar disambung lagi ya, mo off dulu nich. Cao pake
bakpao 

Dia                   : Daaagg … bakpao isi ayam. Cao and wassalam


10 comments April 23, 2007

Nyaman & Selera

Wiken kemarin rencananya sich mau nonton film Wild Hogs sambil mampir beli hair spray di supermall. Tapi tahu kan .. kalo main plan selalu saja “mengsle” … antrian 21nya puaaanjang banget lho, akhirnya acara nonton kuubah menjadi acara jalan-jalan.

 

Ketika sampai di depan counter Giordano tiba-tiba hubby nyelonong masuk dan menunjukkan sebuah kaos “lungset” berwarna abu-abu kepadaku. “ sepertinya ini cocok untuk menggantikan kaos kesayanganmu “ katanya. Aku tersenyum kegirangan melihat kaos yang modelnya persis dengan kaos kesayangan yang paling dibenci sama mamak dan hubby selama ini.

 

Kaos abu-abu gelap yang warnanya pudar telah kumiliki dari 5 tahun yang lalu, dan kupakai hampir disetiap acara perjalanan pulang kampung, jalan-jalan di mall atau hanya sekedar duduk santai di rumah…. tapi anehnya kaos jadulku ini selalu up to date dan kalo dipake jalanpun orang gak ngeliat kalo kaos itu dah kuno…. Its called “classic” stuff… hehehe…. Blegedes tenan. Kaos itu sama sekali tidak mempunyai nilai historic apapun…bukan hadiah dari ex pacar ataupun ex orang lain pakai. “nyaman” itu satu-satunya alasan aku fanatic sama tuch kaos. Bahan katun tipis dan ukuran gak ketat dan  gak longgar bikin aku tak terbebani sewaktu memakainya tidak seperti model-model baju ruwet yang sedang tren di jaman ini… cucok banget kalo dipake sehari-hari.

 

Setelah Giordano kita mencari makanan yang gak berat-berat amir, pilihannya adalah Quali. Kenapa di  Quali ? karena  saya pengen makan bubur ayam dan hubby bisa makan black pepper beefnya. Tapi sekali lagi kita harus kecewa dengan antrian panjang pengunjung Quali dan akhirnya kita pindah ke Citiwalk . Di citiwalk yang penataannya mirip2 citos walaupun masih kalah jauh sich…. ,  kami selalu duduk di tempat yang sama setiap datang ke sana. Hubby memesan steak sedangkan aku memesan lontong sayur di kafe lain, yang lokasinya tepat berhadapan dengan restoran dimana tempat kami duduk sekarang. Lontong sayur, rujak cingur, rawon, tahu campur , bakso adalah makanan yang tidak pernah bosan untuk kusantap setiap hari … maklum lidah jawa.

 

Julukan “katrok” tidak pernah menghampiriku lho , walau hari-hari cuman pake kaos dan makan lontong sayur. Bagiku kaos adalah kenyamanan dan lontong sayur adalah selera. Nyaman rasanya memakai baju tipis berbahan katun di daerah tropis dan lontong sayur terasa lebih enak di lidah dan memuaskanku daripada steak.

 

Kenyamanan dan selera adalah alasanku menentukan sebuah pilihan. Nah kalau  anda juga merasa nyaman mengendarai Jaguar di jalanan Indonesia yang macet dan yang sudah terkenal  dengan jalan seribu motor dan jalan seribu lobang itu, maka  jangan gusar jika anda dibilang “sok” apalagi  kalau mobil buatan Ford itu memang sudah menjadi selera anda.


3 comments April 16, 2007

Islam Phobia

Kebiasaan David yang kemana-mana selalu membawa tasbih membuat banyak orang penasaran sekaligus berpikiran macam-macam tentang dirinya. David pernah dimintain untuk menunjukkan paspornya oleh satpam airport Changi sewaktu dia duduk di coffee shop dan diajuin pertanyaan yang selayaknya tidak patut ditanyakan, yaitu pertanyaan tentang agama apa yang dianut….. tahu gak kenapa? apakah gara-gara transit terlalu lama ? bisa juga, tetapi kan banyak juga orang lain yang transitnya lebih lama dari dia, atau mungkin karena satpamnya hanya iseng-iseng nanya? gak mungkin kaleeeee…… alasan yang paling tepat adalah karena tasbih ditanganya, judul buku yang dibacanya dan juga wajah bulenya.David juga sering ke masjid di waktu jamnya orang tidur dan hobinya menyapa orang… hi sana… hi sini tapi kalau sudah beneran diajak ngobrol hanya dijawab dengan senyum membuat orang semakin curiga, harusnya sich bisa dimaklumin karena satu katapun yang terdapat di kamus bahasa Indonesia tidak ada satupun yang bisa dia ingat… tapi mana orang-orang tersebut mau mengerti. Masjid itu memang lumayan jauh dari rumah dan janganlah heran jika aku jarang jarang ngikut dan tidak bisa bantu dia jika suatu saat diajak ngobrol oleh seseorang disana . Sebenarnya beberapa staff yang kerja di apartement tempat kita tinggal juga sering beribadah sholat jumat di masjid tersebut, yang berarti ada tambahan info bahwa suamiku adalah benar seorang muslim bukan muslim palsu tetapi info tentang tidak pernahnya suamiku berangkat ke kantor seperti layaknya expat yang lain pastilah juga disampaikan… maklum kan kalau seseorang tidak akan bertanya tentang satu hal saja. Sebenarnya staff-staff itu sudah seringkali saya beritahu bahwa suamiku itu sudah semi pensiun dan kalaupun kita bekerja, kan tidak harus selalu ngantor ( keluar rumah)…. lha wong kantornya tidak ada yang di Indonesia. Tapi namanya orang curiga , bawaanya pasti curiga melulu…. masa’ suamiku dicurigai sebagai anggota CIA yang lagi nyamar dan yang paling gila tidak sedikit juga yang mengira suamiku anggota jaringan teroris, …… weleh weleh.

” You can’t win with them, I don’t care what everyone think and I just do my own think” selalu itu jawabnya jika aku sarankan untuk tidak membawa tasbihnya kemana-mana dan ke masjid di malam buta.

Sepertinya Islam phobia tidak diderita oleh non muslim saja tetapi warga muslimpun sebenarnya mengidapnya walaupun tanpa disadari, contohnya masih banyak warga yang selalu curiga kepada group dakwah yang selalu memakai jubah putih dan tinggal hanya beberapa bulan karena harus berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain.. atau… bagaimana dengan saya dan teman-teman saya yang sering juga kuatir sewaktu meeting di lobby hotel dan kasak-kusuk tentang laki-laki berjanggut dan bercelana cekak yang juga sedang duduk-duduk di seberang meja kita.

“I love Indonesia and I have really settled into my community, however what I have found to my surprise is that their is more suspicion and prejudice about islam towards me as a westerner being a muslim than there is when I am in a western culture. I can go to a mosque in London or Melbourne and nobody takes any notice of me. But when I go to the mosque either on Friday or late at night when I normally go I get a constant over attention of people watching my every move. Because I am a westerner I have had people that I feel are very suspicious stopping me and asking very personal questions that would be unheard of in a western society and I would normally not answer such questions normally if it were not for the fact that I do not want to offend people in my community.” begitulah komentar David ketika saya tanya tentang kesan-kesannya menjadi seorang muslim di Indonesia yang lebih banyak dicurigai daripada ketika dia masih berada di negaranya sendiri.

Saya tidak bisa marah jika suami dicurigai banyak orang, karena saya sendiripun pernah terjangkiti penyakit tersebut dan mungkin juga sudah tergolong akut. Selalu positive thinking adalah nasehat yang selalu diajarkan suamiku………………. positive thinking ??? susah bangeeeet


7 comments April 12, 2007

Indonesia " Komunitas Gak Waras"

Sewaktu kunjung-kunjung ke blognya mas Ruslee, eh pengen juga copy paste. Apa ini juga termasuk gak waras yak ? budaya ngikut melulu…. asli aku cuman pengen yang gak sempet mampir di blognya mas Ruslee atau baca kompas bisa baca disini

————————-000—————000————000————————

“The Insane Society”

Budiarto Shambazy

Harian The Washington Post memuat kartun bergambar seorang serdadu Angkatan Laut Iran di atas sampan. Adagaris pembatas yang memisahkan perairan Iran yang ditulisi insane” (edan) dan perairan internasional yang “sane” (waras).

Karikatur itu menyindir penyanderaan 15 serdadu Inggris oleh Iran, 23 Maret lalu. Teheran menuduh mereka melanggar perairannya, London mengatakan tidak.

Apa pun yang dilakukan Teheran, menangkapi penyusup atau mengembangkan teknologi nuklir, itu insane. Apa pun yang dilakukan Presiden Amerika Serikat George W Bush atau Perdana Menteri Inggris Tony Blair, menyerbu Irak atau menyiksa tawanan di Guantanamo, pasti sane.

Barat manusia bebas, orang- orang di Timur Tengah/Teluk Persia golongan subhuman. Makanya, mereka perlu diajari demokrasi, hak asasi manusia, pemilu, dan keberagaman.

Pemerintah Australia melarang perburuan kanguru, rakyat Aborigin harus tunggu keputusan pengadilan agar tanahnya jangan diobrak-abrik. Pemerintah Inggris tak mau kembalikan permata curian Koh-i-noor dari Pakistan yang jadi kebanggaan Ratu Elizabeth.

Namun, Barat tak pernah merasa malu mengakui mereka sedang sakit. Mereka akan bilang, “We are living in an insane society.”

Saduran bebas insane ke bahasa Indonesia bisa berarti mad (pemberang), psychotic (gangguan batin), neurotic (emosional), atau out of one’s mind (mudah kalap), maniacal (maniak), silly (pandir), stupid (dungu), absurd (menggelikan) , nonsense (omong kosong),senseless (tak masuk akal), dan ridiculous (aneh).

Masyarakat kita bisa jadi kurang jujur untuk mengakui kondisinya sedang edan. Padahal, setiap simtom the insane society makin hari makin sering tampak dari Sabang sampai Merauke.

Pemberang. Banyak pejabat bertelinga tipis, padahal hidup tanpa kritik ibarat sayur tanpa garam.

Masyarakat suka run amok. Mereka lari kencang dengan golok terhunus menumpahkan amuk di jalan, gedung pengadilan, kampung, dan sebagainya.

Gangguan batin. Ada pejabat lelaki yang wajahnya ditaburi bedak, ada yang merasa mampu memimpin meski berkali-kali gagal, ada komedian jadi politisi, dan ada pula politisi yang mirip komedian.

Banyak penderita gangguan batin akibat tekanan ekonomi. Masya Allah!

Anda ingat Supriono yang membawa jenazah anaknya dengan gerobak karena tak punya uang untuk menguburkannya. Anda ingat beberapa murid SD yang mencoba bunuh diri karena malu tak bisa bayar uang sekolah.

Emosional. Kalau di Barat berkembang ilmu emotional intelligence, di sini ada pejabat yang inteligensianya diragukan dan suka emosional.

Mudah kalap. Pejabat kita mudah kalap jika berurusan dengan korupsi, antara lain menyembunyikan ribuan lembaran seratus ribu di ember-ember kamar mandi sampai basah.

Kita mudah kalap, apalagi kalau lagi berkendara. Lampu lalu lintas warna kuning tanda harus stop malah dipakai untuk menyerobot.

Maniak. Pejabat dan politisi kita maniak pergi ke luar negeri untuk kunjungan resmi, liburan, maupun kabur membawa hasil korupsi.

Masyarakat menderita “maniak musiman”. Tiba-tiba suka sop kaki asal mereknya “Pak kumis”, gemar menghancurkan kereta api kalau tim sepak bolanya kalah, dan suka meneruskan kalimat Tukul Arwana “kembali ke lap… toooppp” dengan serentak.

Pandir. Bagaimana tidak pandir kalau telanjur mengumumkan, “Kita menemukan bangkai pesawat AdamAir di sana!”

Pandirlah mereka yang yakin hakulyakin calon presiden minimal bergelar S-1. Sama pandirnya dengan Dephub yang mengeluarkan peringkat maskapai penerbangan—aturan yang diterapkan oleh satu-satunya negara di dunia ini: itulah Indonesia!

Dungu. Saya seperti orang dungu menyaksikan dua menteri memainkan 1.001 jurus untuk menghalalkan pemakaian rekening bank milik departemen untuk “menampung” uang Tommy Soeharto.

Masyarakat dungu karena tiap hari tak mau antre,melanggar aturan, lebih taat pada jampi- jampi ketimbang marka-marka jalan, dan lebih takut setan ketimbang rampok. “Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.”

Menggelikan. Kalau ada pejabat yang mau diperiksa, ia pura-pura sakit atau—supaya tak jatuh gengsi—memberikan kuliah di ruang tahanan.

Omong kosong. Wah, kalau dalam soal ini, politisi Indonesia sejak dulu sudah legendaris. Hebatnya lagi,masyarakat termakan sampai kenyang dan melepéh
presiden pilihannya sendiri.

Tak masuk akal. Coba, bagaimana bisa kita menjadi negara terkaya dan tersejahtera di dunia tahun 2030 kalau yang membuat visi adalah mereka yang belum mengembalikan dana BLBI?

Jika pejabatnya begitu, tak heran kita gemar hal-hal yang mustahil, seperti menjadi kaya lewat korupsi,menjadi sarjana berijazah palsu, atau mengusir Presiden Bush dengan jampi-jampi.

Simtom terakhir, aneh. Waktu Orde Baru, KKN pejabat dan pengusaha dilakukan secara sembunyi-sembunyi di bawah meja, di zaman Reformasi mereka mengangkut mejanya sekalian.

KKN model sekarang si pejabat malah makan di satu meja bersama sang pengusaha. “Insanity is the only sane reaction to an insane society.”


1 comment April 10, 2007

Jadi Presiden

” Bagaimana kalau aku terpilih jadi presiden? ” itu pertanyaan yang kuajukan kepada suamiku saat dia sedang sibuk dengan kerjaannya. ” Dua hari setelah terpilih aku akan menjadi duda” begitu jawabnya, ” what?” aku kaget dengan jawab singkatnya. Selintas kupikir dia tidak suka kalau nantinya dia jadi bapak presiden dan berniat menceraikanku. “Kenapa begitu?” tanyaku lagi, sekilas dia melirikku dan akhirnya kembali menatap laptopnya dan berkata tanpa ekspresi yang jelas ” sayang kamu itu perempuan terjudes yang pernah aku kenal” , sekali lagi “what?” meluncur keras dari mulutku. Sebegitu jelekkah kesan tentang diriku dimata suamiku, tetapi apa hubunganya antara judes sama duda. Aku berpikir keras bagaimana suamiku tidak setuju kalau aku jadi presiden di negaraku yang tercinta ini. Walaupun aku masih penasaran dengan jawaban suamiku yang singkat itu tapi aku lebih baik menunda untuk bertanya lagi karena kulihat dia lagi berkonsentrasi penuh dengan kerjaannya.Besok harinya ketika aku sedang sibuk di dapur sambil mendengarkan berita yang lagi ditonton suamiku, sekilas aku dengar presenter di TV berkata ” Indonesia has got a lot of potential ” dan suamiku tertawa-tawa menyahuti presenter tersebut “ a lot potential but does not have capability to take advantage of the opportunity “. Tiba-tiba aku teringat tentang pertanyaan yang belum sempat suamiku jawab tadi malam. ” Dave kenapa kamu akan menduda jika aku kepilih jadi presiden?” . Suamiku tersenyum simpul ” kamu ini memang aneh, memang siapa yang mau milih kamu jadi presiden?, punya partai saja enggak bagaimana bisa terkenal dan terpilih?” , ” he he he kan aku bilang kalau dave” balasku.

Lalu dia mengecilkan volume TV nya dan menghampiriku ” Sayang kita ini tinggal di dunia nyata, kalau orang seperti kamu terpilih jadi presiden kamu pasti akan dibunuh dalam hitungan hari saja dan berarti aku akan jadi duda asap”, “oh begitu, tapi kenapa? apa aku tidak pantas jadi presiden?” masih dengan gaya ngeyel seperti biasa aku bertanya sedikit memaksa untuk mendapat jawaban yang memuaskan diriku.

” Semua yang kamu lihat di dunia nyata ini adalah hanya sebuah penampakan luarnya saja dan penampakan luar ini dibentuk oleh komponen-komponen pembentuk yang sudah sekian lamanya dibangun untuk menjadi sebuah jaringan yang sudah terstruktur, bahkan komponen-komponen pembentuk jaringan itu tidak mengetahui bahwa mereka dalam satu jaringan yang sama. Tahu kenapa komponen-komponen tersebut tidak mengetahui bahwa mereka semua dalam jaringan yang sama ?” jelas suamiku, “tidak” jawabku dan kutatap matanya yang berarti bahwa aku butuh penjelasan lebih.

” Jaringan terbentuk karena komponen-komponen pembentuknya adalah sesuai satu sama lainnya dan saya tekankan disini bahwa sesuai bukan berarti harus sama, yang ini berarti sudah melewati proses seleksi. Proses seleksi ini tidak berdasarkan dari peninjauan satu karakter saja seperti layaknya seleksi pegawai negeri tetapi seleksi ini bisa didasarkan dari berbagai karakter yang selalu berbeda. Karena dengan banyak dasar karakter itulah jaringan itu akan semakin kuat” jelas suamiku sekali lagi dengan panjang lebar. ” lalu apa hubungannya dengan aku?” tanyaku mantap, ” Lulus seleksi itu susah karena biasanya komponen-komponen pembentuk itu sudah berupa komponen yang dicalonkan maksudnya bukan komponen yang mencalonkan untuk ikut seleksi tetapi jaringanlah yang mencari komponen untuk di calonkan ikut seleksi. Nah kalau kamu terpilih menjadi presiden berarti itu mengindikasikan adanya error di sistem jaringan dan kalau jaringan sudah berfungsi lagi maka semua error report akan di delete bukan di simpan ” goda suamiku, ” kok tega sich istri sendiri dianggap error?” jawabku sewot. ” sayang gimana kamu tidak error, semua orang saja menghindari dibilang judes dan bermanis-manis ria di depan banyak orang, nah kamu, style ngomong saja seperti itu, mimpi terpilih jadi presiden” sekali lagi ledekan keluar dari mulut suamiku.

Memang benar apa yang suamiku bilang kali ya, aku dapat mug cantik dari Indosat sebagai hadiah dari permintaan maaf mereka, bekas bosku dulu di kantor pusat bersyukur waktu aku memutuskan mengundurkan diri, temankupun lebih suka mendengarkan nasihat dari orang yang suka ngomongin dia di belakang daripada dapat nasehat yang sangat menyakitkan dari bibir tipisku, beberapa staff di kantor pelayanan umumpun sudah banyak yang mengenalku dan terakhir adalah operator speedy yang semakin hari semakin baik pelayanannya. Bagaimana mau terpilih jadi presiden kalau nantinya semua orang sudah tahu akan kena omelan. Benar-benar mimpi kali yeeeeeeeeeeeeeeee


4 comments March 15, 2007

Uang Lelah

Alhamdulillah akhirnya pekerjaan buatin rupa baru blognya kang mas david udah kelar dengan konsekuensi journalku gak terisi selama beberapa minggu. Sebenarnya ngerjain itu sich cuman butuh waktu sehari saja tetapi karena ngerjainnya juga sambil nyambi-nyambi…. nyambi ngurusin kang mas, nyambi nyari duit, nyambi chatting, nyambi angkat telpon dan nyambi malas-malasan juga.Sudah 2 minggu ini aku harus tidur sehabis subuh hanya karena harus online sama Amerika gara-gara ulah staff bank lokal berposisi head manager yang buat masalah dengan selembar surat, yang menghabiskan waktu 5 hari hanya sekedar untuk mengerti dan mendiskusikan isinya yang normally it just two hours work done tahu gitu pake deutche bank aja. Pak Margo mungkin ada benarnya kalo semua urusan di Indo bisa lancar kalo pake duit dan menyebutnya dengan istilah ‘uang lelah’ …. garansi 100% mulus. Uang lelah atau apapun itu sebutannya seharusnya gak dijadikan alasan untuk menyulitkan orang lain yang endingnya malah kita yang lebih lelah dari mereka… makan tape pake jadah, capek dah.

Uang lelah memang bikin aku lelah kepayang mulai dari dulu, aku masih ingat waktu pindahan dari Aussie tahun lalu. Aku kirimkan semua barang-barang pake bagasinya Garuda yang berarti terpisah dariku dan harus aku ambil sehari kemudian. Proses pengambilan yang seharusnya mudah ternyata sungguh sangat berbelit-belit, yang juga seharusnya bisa diselesaikan dalam satu jam menjadi 2 hari. Kesabaranku sudah mulai habis setelah bolak-balik selama 2x antara gudang dan kantor bea cukai yg jaraknya satu kiloan ditambah ngantri selama 3 jam. Akhirnya daripada jamurnya tumbuh lebih subur lalu aku tanyakan ke front officenya kenapa kok proses hanya minta tanda tangan saja butuh 3 jam, mau tahu alasan klise staf FO nya setelah nggondok tak tanyain terus-terusan, begini dia bilang ” bapak lagi keluar kantor dan kita gak tahu jam berapa akan balik kantor dan sebaiknya ibu ambil barangnya besok saja karena gudangnya akan tutup sejam lagi ” …….. lho padahal 2 jam sebelumnya aku tahu kalo bapak kepala yang dibutuhkan tanda tangannya itu masih sibuk bercanda-canda dengan konco-konconya dan aku juga gak ngeliat kalo bapak itu keluar lha wong aku duduk dekat pintu yang menghadap parkiran. Karena darah sudah diubun-ubun disebabkan oleh efek lelah akibat mbuletnya prosedur pengambilan barang, makanya aku bikin rame saja sekalian kantor bea cukai itu dengan celotehanku yang sungguh tidak enak di dengar siapapun. Dan sewaktu aku keluar tiba-tiba seorang laki-laki menghampiriku lalu memberikan kartu namanya dan berkata ” mbak lain kali di mapnya selipkan minimal 50 ribu biar mbaknya gak capek ngomel-ngomel lagi atau pake jasa saya saja”…. walah walah bagaimana malunya aku ternyata showku dinikmati banyak orang.

Besok harinya aku balik pagi-pagi dan ternyata semua dokumennya sudah siap dan ketika aku ngambil barangnya di gudang bandara, pegawai bea cukai yang disana pada geleng-geleng kepala dan bilang ” oh ternyata ibu ini toch yang bikin kita semua yang disini ikutan kena damprat sama bapak kemarin, bikin lelah saja”… “iya pak gara-gara tidak ngasih uang lelah kemarin makanya saya lelah sekali sekarang” begitu jawabku. Memang susah sekali menghapus budaya memberi ‘uang lelah’… lha wong hanya satu yang rela bersusah-susah dengan tidak memberi sedangkan yang seribu lagi rela dan ikhlas memberi


2 comments March 5, 2007

Nikah Siri

Akhirnya aku menemukan waktu untuk mengulas sedikit pengalaman pribadi tentang nikah sirri . Mungkin aku bukan seorang ulama yang mumpuni dalam menyoal tentang boleh tidaknya nikah sir/sirron dalam ajaran Islam. Tetapi telah banyak kejadian pernikahan sirri yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri bukan hanya sekedar cerita dari seseorang ataupun tayangan infotainment tentang pernikahan Angel Lelga dengan Rhoma Irama atau Angel lelga dengan Aman Jagau yang bisa membantu aku untuk menilai baik buruknya sebuah pernikahan sir/sirron.Nikah siri/ sirron adalah nikah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi… hiks masak menikah kok sembunyi-sembunyi, tanya kenapa ?

Logically begini, jika kita melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi berarti ada satu alasan yang TIDAK benar yang sengaja ditutup-tutupi. Biasanya orang yang menutup-nutupi sesuatu adalah seseorang yang melakukan kesalahan , dan mungkin dalam kasus pernikahan siri tersebut ada suatu ketakutan dari pihak pelaku karena mereka sudah tahu bahwa tindakan yang mereka lakukan masih diragukan kebenarannya ataupun malah mereka memang sudah tahu bahwa tindakannya tidak bisa dianggap benar atau dengan kata lain SALAH.

Secara logika menikah secara siri tidak banyak memberikan petunjuk jika perbuatan itu bisa dibenarkan dan ternyata dalam agama Islampun nikah siri itu dilarang.

Sebenarnya inilah kerancuan yang sering timbul di masyarakat dimana nikah siri kadangkala diartikan sebagai nikah secara agama yang tidak didaftarkan sesuai peraturan yang diberlakukan oleh negara ( KUA ), padahal nikah siri adalah nikah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan bukan nikah agama, nikah siri ya nikah siri sedangkan nikah agama adalah nikah agama. Kalau keduanya dicampurkan akan menghasilkan menikah sirri secara agama, yang berarti mencampurkan antara yang dibolehkan dan tidak dibolehkan.

Kenapa kerancuan itu bisa terjadi, itu karena banyak sekali oknum-oknum yang merusak tatanan dalam pernikahan secara agama yaitu seperti melakukan pernikahan secara agama tetapi sembunyi-sembunyi yang pada akhirnya masyarakat menyebutnya sebagai menikah secara agama tetapi sembunyi-sembunyi dan tidak didaftarkan di KUA, dan akhirnya masyarakat memilih mudahnya dengan menyebut pernikahan itu sebagai nikah siri yang akhirnya menjadi istilah yang lebih dikenal di masyarakat luas atau dalam bahasa jawanya istilah yang sudah ” salah kaprah”.

Pernikahan secara agama sebaiknya diumumkan ( walimah) karena sebagian ulama berpendapat bahwa walimah hukumnya wajib dan ada juga yang berpendapat hukumnya walimah adalah sunnah muakaddah.
Jika kita melakukan sebuah kebenaran pasti kita tidak akan takut bila orang lain mengetahuinya dan entah kenapa banyak juga yang masih menikah secara sembunyi-sembunyi seperti maling, padahal diketahui banyak orang kan lebih mendapatkan ketenangan dalam hidup.

Agama selalu saja dijadikan tameng oknum-oknum yang merasa dirinya sangat taat beragama yang akhirnya menjadikan ajaran-ajaran agama yang dianutnya menjadi bahan cemoohan penganut agama lain. Polygamy yang seharusnya disikapi dengan bijaksanapun dilakukan seenaknya oleh orang-orang yang merasa sudah sempurna ilmu agamanya dan endingnya malah ajaran agamanya yang jadi cemoohan gara-gara melakukan polygamy seenaknya ( lihat post aku sebelumnya tentang polygamy ). Bahkan pernikahan secara agamapun yang sudah jelas aturannya malah secara sengaja dicari selanya untuk mengikuti kemauan duniawi.

Aku masih ingat ketika temanku mengajak untuk menghadiri pernikahan sirinya sewaktu kita masih kuliah. Yang hadir waktu itu calon istri dan calon suami, wali nikah dan dua orang saksi dan pak kyai yang menikahkan… kalau dilihat dari siapa yang menghadiri berarti nikah ini bisa dibilang sah nantinya, tapi tunggu dulu wali nikahnya kok orang lain yang gak ada hubungan apapun dengan mempelai wanita.

Walaupun wali hakim itu dibenarkan tetapi kenapa kok sepertinya kebanyakan orang semakin menggampangkan penggunaan wali hakim. Dan kejanggalan yang lain adalah yang menghadiri pernikahan itupun hanya orang-orang yang dirukunkan untuk hadir yaitu sebanyak 7 orang saja termasuk aku, yang berarti pernikahan ini adalah secara agama tapi masih sembunyi-sembunyi juga. Alasan dari pernikahan siri dari teman saya itu sebenarnya untuk menghalalkan zina yang hukumnya haram jika dilakukan diluar pernikahan. Aku sich setuju saja dengan alasan tersebut , tapi kok tujuan pertama dari pernikahan saja yang dipenuhi oleh mereka …. tujuan-tujuan yang lainnya mana ? tujuan yang lebih bermakna selain hanya masalah syahwat maksudnya.

Kejadian yang kedua adalah ibu kostku yang sudah menikah tetapi agak ngelantur kehidupannya karena selingkuh sama laki-laki lain. Disinipun aku menghadiri pernikahan secara agama dan siri yang dilakukannya karena dia merasa takut berzina jika melakukan hubungan badan dengan laki-laki tanpa adanya pernikahan….. gile bener … tapi yang paling aneh adalah pak kyainya kok mau ya menikahkan mereka ?. Kisah itu persis kisah pernikahan Sandy Harun sama Tommy Suharto atau Ayu Azhari sama Mike Tramp dimana mempelai perempuan masih berstatus istri orang. Aku jelas bingung dengan pemikiran para kyai tersebut yang mau menikahkan mereka yang jelas-jelas secara pemahaman pake hati nuranipun gak bisa diterima walaupun rukun-rukun nikah sudah terpenuhi.

Kejadian ketiga adalah salah seorang teman bisnis yang memang sudah punya istri tetapi sekaligus punya simpanan. Dia sholatnya gak pernah bolong bahkan setiap malam jumat tidak pernah absent ikutan istigosah disalah satu pondok pesantren. Dia banyak cerita kepadaku tentang pacarnya dan dia bahkan sudah menikahi pacarnya secara agama dan sirri yang berarti kalaupun dia berhubungan badan dengan pacarnya bukanlah sebuah perbuatan dosa…. yailah ajaran mana tuch, lalu istrinya dianggap apa. Aku mungkin tidak punya hak untuk menyalahkan perbuatan dia karena hanya Allah SWT satu-satunya yang mempunyai kebenaran dan hak mutlak, tetapi gampangnya begini … jika istri tidak diberitahu berarti ini disebut juga tindakan pengkhianatan yang dilakukan oleh suami terhadap istrinya, menghianati kepercayaan yang telah diberikan oleh orang lain adalah salah satu ciri orang munafik dan Allah sangat membenci orang munafik. Nikah secara agama …OK atau let’s say halal dech, lalu bagaimana dengan munafiknya ? Munafik kan juga dosa besar.

Manusia memang paling demen kalau sama yang enak-enak, asalkan enak ya udah dinikmati dan kalau pas gak enak dicari sampai ketemu enaknya.

Sesungguhnya menikah itu harus dilandasi karena cinta, cinta kepada Allah, cinta kepada calon suami atau istri, cinta kepada orang tua dan cinta akan sebuah persaudaraan dan silahturahmi

Dengan cinta kepada Allah kita akan lebih memahami bahwa kita diciptakan dengan banyak kelebihan agar nantinya setelah menikah mampu untuk memberi kebahagiaan kepada makhluk Allah yang lain.

Dengan mencintai calon suami atau istri berarti kita sudah siap untuk berbagi dan menerima segala kelemahan dan kelebihan yang dimiliki oleh pasangan kita sehingga pernikahanpun jadi langgeng . hehehe… kalau aku sich masih dalam tahap belajar juga bagaimana menerima kekurangan suami soalnya susah banget menjadi seorang yang “nrimo”.

Dengan cinta kepada orang tua berarti kita akan memberikan kebahagian kepada mereka dengan meneruskan keturunan mereka.

Dengan cinta akan sebuah persaudaraan dan silahturahmi berarti kita menikah untuk meningkatkan hubungan dua keluarga yang tidak pernah kenal sekalipun menjadi satu ikatan yang disebut saudara

Jadi sebenarnya menikah siri itu hanya jenis peraturan pernikahan baru yang dibuat oleh manusia masa kini dalam penyesuaiannya dengan tuntutan masalah duniawi mereka karena aturan pernikahan yang sudah ada sebelumnya terlalu sulit untuk ditaati sepenuhnya.


2 comments February 26, 2007

POLYGAMY

Polygamy clearly is NOT ENCOURAGED NOR FORBIDDEN. Many of the critics of polygamy say that God never endorse this kind of living, however, the Bible & Quran does show there were many holy men who practiced this form of marriage.In Genesis 16:1-3 I read, “Now Sarai Abram’s wife bared him no children: and she had a handmaid, an Egyptian, whose name was Hagar. And Sarai said unto Abram, Behold now, the Lord hath restrained me from baring: I pray thee, go in unto my maid; it may be that I may obtain children by her. And Abram hearkened to the voice of Sarai. And Sarai Abram’s wife took Hagar her maid the Egyptian, after Abram had dwelt ten years in the land of Canaan, and gave her to her husband Abram to be his wife.” ……, the real question we need to ask is: WHY did Sarai give her husband another wife? The Bible clearly states, so he could HAVE OFFSPRING.

That is the real principle behind the law of polygamy… Polygamy clearly is not forbidden because in certain situation you need to do it as the way out of your problem. Some priest says that polygamy allowed only in ancient times…. It is ridiculous, how can God change his mind all the time…. God never change his law. His law must be not only fit in the past time but also in the future (To say that since this happened in olden times makes it all right, doesn’t make sense.
Abraham was completely obedient to the Lord. If this was an abominable act, God would have stopped him like He did before killing Isaac. Since he Bible declares that God is the same yesterday, today and forever, (Hebrews 13 : 8 ) and He doesn’t change (Malachi 3:6) therefore it’s impossible for him to consider something an abomination in one generation and but perfectly acceptable in another ).

God is not the same as the Indonesian government who make regulations often after problem has come up. Is it not better to follow Gods laws instead of the laws put into place by governments ( Western Goverment )superseding governments continually from generation to generation as Gods laws have love and compassion for mankind. Today’s laws that have been introduced for birth termination or artificial insemination for individuals. Whereas it must be better for a man who has the capability to handle the situation of taking on another wife and bring them into a loving family environment.

Polygamy is SOLUTION NOT AN ORDER. Order in Quran normally says “O you who believe! Fear Allah as He should be feared, and die not except in a state-of Islam” or “ O you who believe! Make not unlawful the good things which Allah has made lawful for you, but commit no excess: for Allah loves not those given to excess “ ( Holy Quran 5:87 ) … but in that chapter clearly said “ If you fear that you shall not be able to deal justly with the orphans, marry women of your choice, two or three or four; but if you fear that you shall not be able to deal justly, then only one, or ( a captive ) that your right hands possess, that will be more suitable, to prevent you from doing injustice “ ( Holy Quran 4 : 3 ), do you think that is like an order ?

So if you don’t have a problem with your marriage and why do you need a solution, and remember the solution is not always to remarry or to seek a divorce.


2 comments January 15, 2007


Pages

Categories

Recent Posts

Recent Comments

Abhay Narang on GuestBook
tom panther on GuestBook
Ricky(Nomor Telepon:… on GuestBook
sunarto zulkifli on GuestBook
Daryl Panther on GuestBook

Flickr Photos

Infinity

Phobia

Untitled

More Photos

Links

Archives

Top Posts

Blog Stats

Spam Blocked

Top Clicks