Aku mendongakkan kepalaku untuk sebuah pengharapan dan impian.
Aku menolehkan kepalaku ke kiri dan ke kanan untuk sebuah pembelajaran.
Dan aku menundukan kepalaku untuk sebuah perenungan.
Ketika aku mendongakkan kepalaku, aku bukanlah siapa-siapa.
Ketika aku menolehkan kepalaku, aku tahu aku hidup dengan siapa-siapa.
Dan ketika aku menundukkkan kepalaku, aku sadar bahwa aku terlalu sombong untuk siapa-siapa.
April 19, 2007
ooooiiiiiiii…. yunita balik dari kemalasan yang berkepanjangan
Mau cerita apa ya ? mau cerita tentang valensia sama chelsea tapi sampai tulisan ini diturunkan pertandingannya masih belum selesai dengan skor masih 1-1. Cerita dari meninggalnya mbahku sampai pernikahan adikku yang terjadi dalam sebulan ini rasanya begitu panjang kalo dirangkai dalam sebuah cerita dengan judul ” Antara kesedihan dan kebahagiaan”. Lalu apa dong ? .. dang ding dong
Well, what about say “HI” only
“Hi every body …” dari body guitar sampe body drum kayak aku …. pokoknya hi dech
April 10, 2007
Detak berlalu di setiap kedipku
Tak bisa diharap menungguku
Buka mataku matahariku
Sejukkan aku wahai embunku
Datangkan langkah hikmadku
Sambut simpul ragam ceritaku
Langit biru catatlah tingkahku
Cintailah tetes keringatku
Hujani aku untuk hausku
Eratkan takdirmu dengan asaku
March 16, 2007
Aku jadikan diriku sungai yang keruh
Dengan karunianya aku berpengaruh
Panggilah namaku bila butuh berteduh
Ingatlah aku sekalipun tak ingin gaduhTerima kasih aku tak minta
Aku ingin sesuatu yang nyata
Peluh bayarlah dengan harga
Harga dengan goresan tinta
Anak istriku juga butuh bahagia
Aku tak tega mereka beurai air mata
Biarlah aku yang menderita
walaupun harus pergi ke neraka
March 13, 2007
Aku raja berbaju emas
Mendiami istana berkebun luas
Tidurku tak pernah pulas
Temanku tidak lain berhati culas
Kau punggawa berbaju kelabu
Mendiami istana berdinding bambu
Tidurmu berhias senyum seribu
Temanmu sucinya kalbu
Aku raja bertahta jamrud
Makanpun tak pernah berebut
Kepalaku jarang ditumbuhi rambut
Lelapku di waktu terlarut
Kau punggawa bertahta tasbih
Makanpun tak pernah lebih
Senyummu tak terkesan letih
Hatimu bercorak bunga putih
Kau punggawaku dan aku adalah rajamu
Kerajaanku bukan asamu
Harapku pasti milikmu
March 5, 2007
Hausku terhimpit menopang dagu
Surau mengamit lamunan dungu
Riuh resah daun pohon randu
Menggoda hausku dalam rinduBanggaku sekali memberimu
Ragaku selalu memintamu
Dingin pengajaran sentuhanmu
Hangat remah buaian kasihmu
Jika tasbih ini masih bersinar
Tetapi layar semakin memudar
Akankah hausku akan kaubayarRinduku datang dalam sesalku
Hausku ada dalam kehilanganku
Cintaku selalu dengan memintamu
Cintamu selalu ada tanpa pintaku
February 27, 2007
Mataku nanar mengejar gelombang
Terdampar diperut penguasa sendang
Nyanyian ceria air bersama gurauan semak
Menggiring syarafku menyukai gerakDengan nada yang kupilih tetaplah bersamaku
Jangan pernah takut dengan hujan yang akan memandikanmu
Guntur itu hanya menyapamu kasihku
Bentangkan senyummu dan berdansalah denganku
Bila senja menyiramimu dengan pelangi
Ambil jariku dan ajaklah aku untuk menari
Siulkan tembang tentang lagu cinta sang bidadari
Bila gelap telah menyapamu
Janganlah kau teteskan airmatamu
Aku akan berbaring di atas perahuku
Karena aku dan bintang akan selalu setia untuk menjagamu
Bila surya datang lagi membangunkanmu
Akan aku nyanyikan lagu riang untuk menyambutmu
Engkau akan selalu jadi kekasihku
Menetap dan berteman dengan hatiku
Menari dan bernyanyi dengan ragaku
Engkau akan selalu jadi kekasihku
February 17, 2007
Menatapmu sebuah kepuasan
Menciummu sebuah luapan
Memelukmu sebuah kehangatan
Priaku adalah rasaku
Priaku adalah pikiranku
Priaku adalah darahku
Terbangkan aku bersama cintamu
Layangkan aku bersama kasihmu
February 15, 2007
Pasir itu mengusap jemariku
Lembut bersama air
Riuh berdebur di antara rambutku
Menyibak suara yang berdesirJejakku hilang tersapu
Berjalan terlampau jauh
Detakku terdengar sendu
Larutku masih terpaku
Mengejarnya haruslah aku
Menggapainya haruslah aku
Keringatku
Kepasrahanku
Adalah permintaanmu
Kepasrahanku
Tanpa keringatku
Yang baru bisa kuberikan kepadamu
February 12, 2007