WANITA Makhluk Istimewa
April 23, 2007
Berikut ini adalah chattinganku dengan salah satu titisan dari panembahan pamekasan…. hiks . Sebenarnya ini adalah file yang sempat hilang sewaktu pindahan dari blogspot ke wp, jadi yang sudah pernah baca maaf kalo harus baca lagi.
Aku : ………………………………………
Dia : ………………………………………………….
Aku : perempuan jaman sekarang neko2
Dia : lah kamu perempuan jaman apa?
Aku : ya jaman sekarang lah
Dia : apa kamu juga neko-neko?
Aku : ya pasti neko-neko juga dong…. namanya juga wanita modern . Bagaimana menurutmu cak tentang wanita zaman sekarang yang getol memperjuangkan kemerdekaanya dan lupa diri akan hakekatnya menjadi wanita ?
Dia : pertanyaannya mesti dimulai dari hakekat wanita itu apa?
Aku : nah…. bisa kasih tahu gak hakekat wanita itu apa?
Dia : bagus sekali….wanita tanya hakikatnya ke laki-laki
Aku :lol,
kan biasanya para lelaki yg pada ngerti hakikat wanita. Coba lihat siapa yang paling banyak ngingetin dan ngasih tahu masalah hakikat wanita di tipi-tipi , selalu laki-laki kan ?
Dia : nah kalo gitu, kita ngga bisa salahkan wanita yg LOST…. karena mereka memang ngga pernah tau hakikat mereka apa
Aku : LOL. Gak tahu atau sengaja gak mau nyebutin ya ? Soalnya kalau para wanita menyebutkan dan menjelaskan hakikat wanita…. gak berhasil dong nanti gerakan emansipasi wanita
Dia : apa iya? berarti emansipasi itu memperjuangkan apa yg bukan hakikat wanita dong?
Aku : Yang aku tahu nich , para pejuang emansipasi yang asli sich memperjuangkan wanita atas penindasan secara fisik dan mental yang dilakukan oleh para laki-laki karena kentalnya budaya patriaki di masyarakat ….. tetapi pejuang yg norok buntek (asal ngikut) ini yang bikin misi dan visi jadi berubah.
Dia :
Allah berfirman:
“Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan keselesaian ”
“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima tentangan, yang seringkali datang dari anak-anaknya “
“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan keletihan tanpa mengeluh “
”Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya “
“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya “
”Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahawa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang kala menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu “
“Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.”
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari jiwa yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
Aku : wah… mulai nich ceramahnya… lanjuuuuuuuttttttt
Dia : yg jelas…Quran ngga nyebutin wanita dari tulang rusuk pria
Aku : maksudnya ?
Dia : jiwa yg satu beda dengan tulang rusuk … dari jiwa yg satu = adam
Aku : terus wanita diciptakan dari apa cak ? apakah adam ber mitosis ?
Dia : kalo ngga salah ingat nih…. “cerita” tulang rusuk itu karena beda penafsiran .
Ada satu kata (dalam bahasa arab) yg artinya dua , bisa berarti dari….bisa berarti seperti …. kata “min” kalo ngga salah… coba tak cari dulu ya…. Aku : ok dech Dia : wa khalaqa minhaa zawjahaa…. masih bagian An-Nisaa’ 1 tadi , biasanya diterjemahkan:….diciptakan daripadanya… padahal juga bisa diterjemahkan: diciptakan sepertinya. Nah di sini agama “membedakan” wanita dari laki-laki .
Ada beberapa “tugas” yang Tuhan khusus “bebankan” pada wanita
Aku : tugas beda… posisi sama …. begitukah ?
Dia : Yup dan “tugas-tugas” itulah yang bagi mereka para wanita dirasa berat dan “pilih kasih” . Padahal dipilih karena memang ngga ada lagi yang bisa sebaik wanita dalam melakukannya .
Aku : Kalo menurutku anggapan “pilih kasih” itu sebenarnya adalah akibat dari perlakuan yang tidak adil kepada wanita di masyarakat yang sebagian besar masih kental menganut budaya patriaki .Pemberontakan dari ketidak adilan inilah yang akhirnya kita kenal sekarang dengan gerakan emansipasi wanita atau gerakan feminisme.
Dia : Memang laki-laki suka menindas ya ? aku tidak tuch… padahal orang Madura kan gak jauh beda dengan orang Arab
Aku : Banyak orang menyatakan bahwa norma agama khususnya agama Islam berperan besar dalam kentalnya budaya patriaki di masyarakat….. seperti di Republik Madura ataupun di Arab. Padahal sebagian besar norma-norma adat di seluruh dunia menganut budaya patriaki dari sejak awal terbentuknya komunitas adat tersebut….. jadi sudah dari jamannya Brad Pitt ( babel ). Dan sesungguhnya norma agama datangnya di kemudian hari dan diadopsi secara bertahap oleh komunitas tersebut.
Dia : Yup. Norma agama sebenarnya jawaban dan solusi terbaik dari norma adat yang selama ini memposisikan wanita sebagai warga kelas dua.
Aku : Benar cak. Tapi masalahnya karena proses bertahap itulah , norma agama tidak totally diadopsi sekaligus tetapi melalui proses yang sangat lambat, sehingga pada akhirnya norma agama yang malah menyesuaikan dengan norma yang sudah ada. Dan parahnya anggota masyarakat yang notabene hanya berstatus pengikut, menganggap bahwa perpaduan dua norma tersebut adalah norma-norma agama……………………………… Pusing ya cak ?… SAMA kalo gitu
Dia : Ya begitulah… namanya juga manusia, pasti ada lah sisi “kemanusiaanya” . Apalagi para penguasa adatnya
kan juga kebanyakan laki-laki… hahaha mana mau kalah.
Aku : Iya cak… laki-laki
kan gengsinya gedhe. Gak jauh-jauh beda lah sama dikau. oke dech cak. Ntar disambung lagi ya, mo off dulu nich. Cao pake bakpao
Dia : Daaagg … bakpao isi ayam. Cao and wassalam
Entry Filed under: Golb Digger (GD). .
10 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed



1.
jurig | April 24, 2007 at 3:21 pm
percakapan yg menarik …
2.
danu | April 25, 2007 at 1:33 pm
wanita memang mahluk istimewa… kata kang ajip rosidi dalam ‘perempuan’, perempuan adalah di rahim siapa gerbang surga membuka… *ma kasih dah mampir :)*
3.
Jed | April 29, 2007 at 10:13 am
masih semangat hari kartini ya?
4.
endang | April 30, 2007 at 6:35 am
untuk seorang wanita bisa memahami hakikat wanita itu sendiri, dia harus berpikir jernih dan membersihkan hatinya dulu. Ini menurut saya, soalnya kalau dalam jiwa dan pikirannya masih lebih kental ego dan keinginan untuk diakui, dan sombong, dia akan buta untuk apa dia ada.
5.
Nila | April 30, 2007 at 9:31 am
nice posting Nit……
buat pencerahan di pagi hari…..
wanita itu harus bisa jd super woman……yg mengacu pada agama….
6.
riza | May 1, 2007 at 2:39 pm
Dialognya berat banget. Bagaimana kabarnya Kang David…?
7.
Masturi | May 4, 2007 at 12:53 am
Mbak Yunita dan yang lain. Wanita akan jadi istimewa bagi laki-laki yang istimewa. Bila wanita tidak bersama laki-laki yang istimewa ia akan menjadi biasa-biasa saja. Lihatlah laki-laki yang istimewa,mereka akan memperlakukan wanita sangat istimewa. Wahai para wanita,bila anda ingin istimewa, carilah laki-laki yang istimewa.
8.
-tikabanget- | May 5, 2007 at 7:10 am
wakakakakkk..
aku mpe bosen dapet obrolan kayak gituh tiap hari..
“kok malem blom pulang? cewek kok pulang malem?”
lha? terus?
“nongkrong di kafe? ck.. cewek kok…”
kafe tu tempat minum kopi mas.. (bosen…
gak ada abisnya..
eecuapeedeeee..
9.
atz | May 10, 2007 at 4:43 pm
endingnya rada beda:p
10.
Adhi | December 13, 2007 at 8:46 am
Wanita memang luar biasa