Archive for March, 2007

James Birthday





Add comment March 19, 2007

Melbourne Cup





Add comment March 19, 2007

Love me tommorow !!!

Detak berlalu di setiap kedipku
Tak bisa diharap menungguku

Buka mataku matahariku
Sejukkan aku wahai embunku
Datangkan langkah hikmadku
Sambut simpul ragam ceritaku

Langit biru catatlah tingkahku
Cintailah tetes keringatku
Hujani aku untuk hausku
Eratkan takdirmu dengan asaku


1 comment March 16, 2007

Jadi Presiden

” Bagaimana kalau aku terpilih jadi presiden? ” itu pertanyaan yang kuajukan kepada suamiku saat dia sedang sibuk dengan kerjaannya. ” Dua hari setelah terpilih aku akan menjadi duda” begitu jawabnya, ” what?” aku kaget dengan jawab singkatnya. Selintas kupikir dia tidak suka kalau nantinya dia jadi bapak presiden dan berniat menceraikanku. “Kenapa begitu?” tanyaku lagi, sekilas dia melirikku dan akhirnya kembali menatap laptopnya dan berkata tanpa ekspresi yang jelas ” sayang kamu itu perempuan terjudes yang pernah aku kenal” , sekali lagi “what?” meluncur keras dari mulutku. Sebegitu jelekkah kesan tentang diriku dimata suamiku, tetapi apa hubunganya antara judes sama duda. Aku berpikir keras bagaimana suamiku tidak setuju kalau aku jadi presiden di negaraku yang tercinta ini. Walaupun aku masih penasaran dengan jawaban suamiku yang singkat itu tapi aku lebih baik menunda untuk bertanya lagi karena kulihat dia lagi berkonsentrasi penuh dengan kerjaannya.Besok harinya ketika aku sedang sibuk di dapur sambil mendengarkan berita yang lagi ditonton suamiku, sekilas aku dengar presenter di TV berkata ” Indonesia has got a lot of potential ” dan suamiku tertawa-tawa menyahuti presenter tersebut “ a lot potential but does not have capability to take advantage of the opportunity “. Tiba-tiba aku teringat tentang pertanyaan yang belum sempat suamiku jawab tadi malam. ” Dave kenapa kamu akan menduda jika aku kepilih jadi presiden?” . Suamiku tersenyum simpul ” kamu ini memang aneh, memang siapa yang mau milih kamu jadi presiden?, punya partai saja enggak bagaimana bisa terkenal dan terpilih?” , ” he he he kan aku bilang kalau dave” balasku.

Lalu dia mengecilkan volume TV nya dan menghampiriku ” Sayang kita ini tinggal di dunia nyata, kalau orang seperti kamu terpilih jadi presiden kamu pasti akan dibunuh dalam hitungan hari saja dan berarti aku akan jadi duda asap”, “oh begitu, tapi kenapa? apa aku tidak pantas jadi presiden?” masih dengan gaya ngeyel seperti biasa aku bertanya sedikit memaksa untuk mendapat jawaban yang memuaskan diriku.

” Semua yang kamu lihat di dunia nyata ini adalah hanya sebuah penampakan luarnya saja dan penampakan luar ini dibentuk oleh komponen-komponen pembentuk yang sudah sekian lamanya dibangun untuk menjadi sebuah jaringan yang sudah terstruktur, bahkan komponen-komponen pembentuk jaringan itu tidak mengetahui bahwa mereka dalam satu jaringan yang sama. Tahu kenapa komponen-komponen tersebut tidak mengetahui bahwa mereka semua dalam jaringan yang sama ?” jelas suamiku, “tidak” jawabku dan kutatap matanya yang berarti bahwa aku butuh penjelasan lebih.

” Jaringan terbentuk karena komponen-komponen pembentuknya adalah sesuai satu sama lainnya dan saya tekankan disini bahwa sesuai bukan berarti harus sama, yang ini berarti sudah melewati proses seleksi. Proses seleksi ini tidak berdasarkan dari peninjauan satu karakter saja seperti layaknya seleksi pegawai negeri tetapi seleksi ini bisa didasarkan dari berbagai karakter yang selalu berbeda. Karena dengan banyak dasar karakter itulah jaringan itu akan semakin kuat” jelas suamiku sekali lagi dengan panjang lebar. ” lalu apa hubungannya dengan aku?” tanyaku mantap, ” Lulus seleksi itu susah karena biasanya komponen-komponen pembentuk itu sudah berupa komponen yang dicalonkan maksudnya bukan komponen yang mencalonkan untuk ikut seleksi tetapi jaringanlah yang mencari komponen untuk di calonkan ikut seleksi. Nah kalau kamu terpilih menjadi presiden berarti itu mengindikasikan adanya error di sistem jaringan dan kalau jaringan sudah berfungsi lagi maka semua error report akan di delete bukan di simpan ” goda suamiku, ” kok tega sich istri sendiri dianggap error?” jawabku sewot. ” sayang gimana kamu tidak error, semua orang saja menghindari dibilang judes dan bermanis-manis ria di depan banyak orang, nah kamu, style ngomong saja seperti itu, mimpi terpilih jadi presiden” sekali lagi ledekan keluar dari mulut suamiku.

Memang benar apa yang suamiku bilang kali ya, aku dapat mug cantik dari Indosat sebagai hadiah dari permintaan maaf mereka, bekas bosku dulu di kantor pusat bersyukur waktu aku memutuskan mengundurkan diri, temankupun lebih suka mendengarkan nasihat dari orang yang suka ngomongin dia di belakang daripada dapat nasehat yang sangat menyakitkan dari bibir tipisku, beberapa staff di kantor pelayanan umumpun sudah banyak yang mengenalku dan terakhir adalah operator speedy yang semakin hari semakin baik pelayanannya. Bagaimana mau terpilih jadi presiden kalau nantinya semua orang sudah tahu akan kena omelan. Benar-benar mimpi kali yeeeeeeeeeeeeeeee


4 comments March 15, 2007

Corruptor

Aku jadikan diriku sungai yang keruh
Dengan karunianya aku berpengaruh
Panggilah namaku bila butuh berteduh
Ingatlah aku sekalipun tak ingin gaduhTerima kasih aku tak minta
Aku ingin sesuatu yang nyata
Peluh bayarlah dengan harga
Harga dengan goresan tinta

Anak istriku juga butuh bahagia
Aku tak tega mereka beurai air mata
Biarlah aku yang menderita
walaupun harus pergi ke neraka


Add comment March 13, 2007

Yunita 2007

Inilah wajah yunita di January 2007 yang tembem


2 comments March 12, 2007

Uang Lelah

Alhamdulillah akhirnya pekerjaan buatin rupa baru blognya kang mas david udah kelar dengan konsekuensi journalku gak terisi selama beberapa minggu. Sebenarnya ngerjain itu sich cuman butuh waktu sehari saja tetapi karena ngerjainnya juga sambil nyambi-nyambi…. nyambi ngurusin kang mas, nyambi nyari duit, nyambi chatting, nyambi angkat telpon dan nyambi malas-malasan juga.Sudah 2 minggu ini aku harus tidur sehabis subuh hanya karena harus online sama Amerika gara-gara ulah staff bank lokal berposisi head manager yang buat masalah dengan selembar surat, yang menghabiskan waktu 5 hari hanya sekedar untuk mengerti dan mendiskusikan isinya yang normally it just two hours work done tahu gitu pake deutche bank aja. Pak Margo mungkin ada benarnya kalo semua urusan di Indo bisa lancar kalo pake duit dan menyebutnya dengan istilah ‘uang lelah’ …. garansi 100% mulus. Uang lelah atau apapun itu sebutannya seharusnya gak dijadikan alasan untuk menyulitkan orang lain yang endingnya malah kita yang lebih lelah dari mereka… makan tape pake jadah, capek dah.

Uang lelah memang bikin aku lelah kepayang mulai dari dulu, aku masih ingat waktu pindahan dari Aussie tahun lalu. Aku kirimkan semua barang-barang pake bagasinya Garuda yang berarti terpisah dariku dan harus aku ambil sehari kemudian. Proses pengambilan yang seharusnya mudah ternyata sungguh sangat berbelit-belit, yang juga seharusnya bisa diselesaikan dalam satu jam menjadi 2 hari. Kesabaranku sudah mulai habis setelah bolak-balik selama 2x antara gudang dan kantor bea cukai yg jaraknya satu kiloan ditambah ngantri selama 3 jam. Akhirnya daripada jamurnya tumbuh lebih subur lalu aku tanyakan ke front officenya kenapa kok proses hanya minta tanda tangan saja butuh 3 jam, mau tahu alasan klise staf FO nya setelah nggondok tak tanyain terus-terusan, begini dia bilang ” bapak lagi keluar kantor dan kita gak tahu jam berapa akan balik kantor dan sebaiknya ibu ambil barangnya besok saja karena gudangnya akan tutup sejam lagi ” …….. lho padahal 2 jam sebelumnya aku tahu kalo bapak kepala yang dibutuhkan tanda tangannya itu masih sibuk bercanda-canda dengan konco-konconya dan aku juga gak ngeliat kalo bapak itu keluar lha wong aku duduk dekat pintu yang menghadap parkiran. Karena darah sudah diubun-ubun disebabkan oleh efek lelah akibat mbuletnya prosedur pengambilan barang, makanya aku bikin rame saja sekalian kantor bea cukai itu dengan celotehanku yang sungguh tidak enak di dengar siapapun. Dan sewaktu aku keluar tiba-tiba seorang laki-laki menghampiriku lalu memberikan kartu namanya dan berkata ” mbak lain kali di mapnya selipkan minimal 50 ribu biar mbaknya gak capek ngomel-ngomel lagi atau pake jasa saya saja”…. walah walah bagaimana malunya aku ternyata showku dinikmati banyak orang.

Besok harinya aku balik pagi-pagi dan ternyata semua dokumennya sudah siap dan ketika aku ngambil barangnya di gudang bandara, pegawai bea cukai yang disana pada geleng-geleng kepala dan bilang ” oh ternyata ibu ini toch yang bikin kita semua yang disini ikutan kena damprat sama bapak kemarin, bikin lelah saja”… “iya pak gara-gara tidak ngasih uang lelah kemarin makanya saya lelah sekali sekarang” begitu jawabku. Memang susah sekali menghapus budaya memberi ‘uang lelah’… lha wong hanya satu yang rela bersusah-susah dengan tidak memberi sedangkan yang seribu lagi rela dan ikhlas memberi


2 comments March 5, 2007

Jealousy

Aku raja berbaju emas
Mendiami istana berkebun luas
Tidurku tak pernah pulas
Temanku tidak lain berhati culas

Kau punggawa berbaju kelabu
Mendiami istana berdinding bambu
Tidurmu berhias senyum seribu
Temanmu sucinya kalbu

Aku raja bertahta jamrud
Makanpun tak pernah berebut
Kepalaku jarang ditumbuhi rambut
Lelapku di waktu terlarut

Kau punggawa bertahta tasbih
Makanpun tak pernah lebih
Senyummu tak terkesan letih
Hatimu bercorak bunga putih

Kau punggawaku dan aku adalah rajamu
Kerajaanku bukan asamu
Harapku pasti milikmu


3 comments March 5, 2007


Pages

Categories

Recent Posts

Recent Comments

Abhay Narang on GuestBook
tom panther on GuestBook
Ricky(Nomor Telepon:… on GuestBook
sunarto zulkifli on GuestBook
Daryl Panther on GuestBook

Flickr Photos

Infinity

Phobia

Untitled

More Photos

Links

Archives

Top Posts

Blog Stats

Spam Blocked

Top Clicks